Kita tentu sudah memahami bahwa dalam proses belajar kadang terjadi
kejenuhan yang membuat para peserta didik menjadi tidak semangat, hilang
konsentrasi, bahkan ada yang merasa bosan sampai merasa malas mengikuti
sebuah proses pembelajaran. Ini sering terjadi pada mata pelajaran yang
membutuhkan konsetrasi dan fisik yang baik. Guru memberikan materi
pelajaran tanpa memperhatikan bagaimana kondisi peserta didik dan
suasana kelas. Peserta didik dipaksa menerima semua materi tanpa
diberikan kesempatan memikirkan, tidak diberi ruang untuk berekspresi,
bahkan yang lebih memprihatinkan peserta didik seperti disuapi tanpa
ditanya tentang perasaan mereka. Inilah cermin pendidikan kita yang
terlalu mengejar sebuah target lulus KKM, masuk jurusan IPA, lulus UJIAN
NASIONAL, bahkan lulus UJIAN MANDIRI tanpa memperhatikan apakah
pelajaran ini bermakna bagi para peserta didik.
Target yang terlalu dikejar tanpa perencanaan dan pengelolaan
pembelajaran yang baik akan mematikan kreativitas peserta didik untuk
berekspresi, untuk memahami apa guna materi pelajaran ini, bahkan
peserta didik tidak tahu kenapa mereka harus belajar materi ini.
Mungkin sudah saatnya pengejaran target ini kita harus padukan dengan
apa tujuan belajar yang sudah kita pahami selama ini dari buku – buku
teori pendidikan, dari hadist Nabi, bahkan dari petuah para pendidik
macam KI HAJAR DEWANTARA. Jadi selain target tercapai, para peserta
didik mendapatkan kebermaknaan dalam belajar. Yang pasti kita semua
pasti berharap para peserta didik tidak hanya hafal secara teori tapi
dapat mempraktekkannya pada kehidupan yang nyata.
Ayolah… kita semua harus berubah demi kemajuan pendidikan INDONESIA yang
kita cintai, jangan sampai apa yang kita perjuangkan selama ini menjadi
sia – sia. Memang tidak sepenuhnya kita gagal, bahkan kita sering
menjadi yang terbaik dalam olimpiade. Tapi lihatlah para juara OLIMPIADE
kita, mereka meneruskan dimana? Terus akhirnya bekerja di mana? Sedih
banget rasanya…
Salah satu mata pelajaran selalu menjadi bidikan kesalahan adalah
pelajaran matematika. Pada umumnya semua mata pelajaran bermuara pada
satu prinsip, yaitu berpikir logika. Dalam matematika prinsip berpikir
logika ini sangat dibutuhkan, bahkan menjadi pondasi utama dalam
memahami tiap materi yang diajarkan. Tidak ada satupun materi dalam
matematika yang terpisah dan tidak berhubungan. Tiap materi yang
dipelajari akan menjadi prasyarat bagi materi selanjutnya. Jadi kalau
kita hanya mengandalkan daya ingat atau hafalan saja, sudah pasti akan
membuat kelelahan pada otak kita sehingga kita akan mengalami
ketidakbermaknaan dalam belajar.
Terus gimana caranya agar belajar matematika itu menyenangkan?? Mungkin
ini tips untuk para guru agar dapat membuat peserta didik mendapatkan
kebermaknaan dalam belajar di sekolah.
1. Perencanaan mengajar yang matang
Para pendidik dalam hal ini guru di sekolah harus mau meluangkan waktu untuk membuat persiapan dalam mengajar. Memang pada dasarnya itu adalah merupakan kewajiban atau tugas dari seorang guru, tapi kadang para guru tidak mempersiapkan apa yang akan diajarkannya sehingga apa yang diperbuatnya seringkali adalah spontanitas di lapangan. Rencana pelaksanaan pengajaran jangan sampai dibuat hanya untuk memenuhi kewajiban saja tanpa dibuat dengan sungguh – sungguh dengan memperhatikan dan mengkoreksi apa kelebihan dan kekurangan yang telah kita lakukan. Sekali lagi sebelum masuk kelas dan berhadapan dengan peserta didik, guru harus mempunyai persiapan yang matang. Ingatlah ” Kemenangan dalam suatu perang bukan dilihat pada saat perangnya tetapi dilihat dari persiapannya”
Para pendidik dalam hal ini guru di sekolah harus mau meluangkan waktu untuk membuat persiapan dalam mengajar. Memang pada dasarnya itu adalah merupakan kewajiban atau tugas dari seorang guru, tapi kadang para guru tidak mempersiapkan apa yang akan diajarkannya sehingga apa yang diperbuatnya seringkali adalah spontanitas di lapangan. Rencana pelaksanaan pengajaran jangan sampai dibuat hanya untuk memenuhi kewajiban saja tanpa dibuat dengan sungguh – sungguh dengan memperhatikan dan mengkoreksi apa kelebihan dan kekurangan yang telah kita lakukan. Sekali lagi sebelum masuk kelas dan berhadapan dengan peserta didik, guru harus mempunyai persiapan yang matang. Ingatlah ” Kemenangan dalam suatu perang bukan dilihat pada saat perangnya tetapi dilihat dari persiapannya”
2. Matematika bukanlah pelajaran hafalan
Ini harus dilakukan oleh para guru!!! Matematika bukan hafalan dan hafalan bukan inti matematika. Matematika adalah pelajaran yang menyenangkan dan membuat logika berpikir kita baik. Tanamkan hal itu pada peserta didik kita sehingga phobia yang mungkin pernah mereka alami dapat kita kikis.
Ini harus dilakukan oleh para guru!!! Matematika bukan hafalan dan hafalan bukan inti matematika. Matematika adalah pelajaran yang menyenangkan dan membuat logika berpikir kita baik. Tanamkan hal itu pada peserta didik kita sehingga phobia yang mungkin pernah mereka alami dapat kita kikis.
3. Siapkan Narasi dan pengetahuan tentang materi yang diajarkan
Mengajar pada intinya adalah bercerita tentang suatu materi. Lalu bagaimana kita dapat memberikan pelajaran yang menyenangkan kepada peserta didik kalau kita saja tidak dapat menceritakan tentang materi yang akan kita ajarkan. Jangan sampai kita selalu masuk pada inti pelajaran dengan memberikan rumus – rumus dan poin – poin saja, jelas ini sangat membosankan. Berikan narasi atau analog dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga para siswa dapat menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya. Para guru juga harus mampu memberikan gambaran tentang manfaat dan kegunaan tiap materi dalam kehidupan sehari – hari, sehingga para siswa dapat membayangkannya jika mereka mampu menguasai materi ini mereka akan menjadi apa.
Mengajar pada intinya adalah bercerita tentang suatu materi. Lalu bagaimana kita dapat memberikan pelajaran yang menyenangkan kepada peserta didik kalau kita saja tidak dapat menceritakan tentang materi yang akan kita ajarkan. Jangan sampai kita selalu masuk pada inti pelajaran dengan memberikan rumus – rumus dan poin – poin saja, jelas ini sangat membosankan. Berikan narasi atau analog dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga para siswa dapat menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya. Para guru juga harus mampu memberikan gambaran tentang manfaat dan kegunaan tiap materi dalam kehidupan sehari – hari, sehingga para siswa dapat membayangkannya jika mereka mampu menguasai materi ini mereka akan menjadi apa.
4. Perhatikan suasana kelas
Kadang kita memulai pelajaran di kelas dengan amat tergesa – gesa karena mungkin kita merasa harus mengejar target materi ini harus selesai dalam berapa kali pertemuan tanpa memperhatikan kondisi kelas yang kita masuki. Perhatikanlah kelas yang kita masuki dengan melihat sekeliling kelas, apakah para peserta didik sudah masuk semua? Apakah para peserta didik sudah siap belajar? Apakah kelas dalam keadaan bersih? Atau apapun yang menurut kita dapat mengganggu proses belajar mengajar harus kita singkirkan dulu, sehingga apa pada pelaksanaannya nanti tidak akan ada faktor yang menghambat. Berilah pertanyaan kepada para peserta didik, apakah sudah siap belajar? Apa kabarnya hari ini? Jadi sudah ada komunikasi yang baik sebelum pelajaran dimulai.
Kadang kita memulai pelajaran di kelas dengan amat tergesa – gesa karena mungkin kita merasa harus mengejar target materi ini harus selesai dalam berapa kali pertemuan tanpa memperhatikan kondisi kelas yang kita masuki. Perhatikanlah kelas yang kita masuki dengan melihat sekeliling kelas, apakah para peserta didik sudah masuk semua? Apakah para peserta didik sudah siap belajar? Apakah kelas dalam keadaan bersih? Atau apapun yang menurut kita dapat mengganggu proses belajar mengajar harus kita singkirkan dulu, sehingga apa pada pelaksanaannya nanti tidak akan ada faktor yang menghambat. Berilah pertanyaan kepada para peserta didik, apakah sudah siap belajar? Apa kabarnya hari ini? Jadi sudah ada komunikasi yang baik sebelum pelajaran dimulai.
5. Jadilah guru yang tidak menggurui
Setiap manusia punya potensi, punya kemampuan, punya keinginan, dan punya ekspresi masing – masing terhadap hal. Kita harus pahami bahwa peserta didik kita itu adalah manusia – manusia yang unik dengan tingkat kemampuan, pemahaman, dan keinginan yang pasti berbeda – beda. Berikan mereka kesempatan berekspresi dalam pelajaran kita dengan memberikan komentar, pertanyaan, bahkan sanggahan sekalipun. Dengarkan dan perhatikanlah apa yang mereka sampaikan dan ekspresikan terhadap materi yang kita ajarkan, sehingga kita dapat menghindari bahwa kita adalah manusia yang paling pintar di kelas tersebut. Hindari keinginan untuk menggurui mereka agar mereka dapat memberikan respon positif terhadap materi yang kita sampaikan
Setiap manusia punya potensi, punya kemampuan, punya keinginan, dan punya ekspresi masing – masing terhadap hal. Kita harus pahami bahwa peserta didik kita itu adalah manusia – manusia yang unik dengan tingkat kemampuan, pemahaman, dan keinginan yang pasti berbeda – beda. Berikan mereka kesempatan berekspresi dalam pelajaran kita dengan memberikan komentar, pertanyaan, bahkan sanggahan sekalipun. Dengarkan dan perhatikanlah apa yang mereka sampaikan dan ekspresikan terhadap materi yang kita ajarkan, sehingga kita dapat menghindari bahwa kita adalah manusia yang paling pintar di kelas tersebut. Hindari keinginan untuk menggurui mereka agar mereka dapat memberikan respon positif terhadap materi yang kita sampaikan
6. Berikan pemikiran positif pada peserta didik
Kamu itu punya kemampuan! Sedikit lagi jawaban kamu benar! Itu mungkin kata yang sering kita lupakan. Kadang jika peserta didik kurang memahami, kita menganggap mereka tidak bisa tanpa memberikan semangat yang positif. Kita jatuhkan mereka ke dalam perasaan bersalah karena tidak paham atas apa yang sedang dibicarakan, kita hancurkan keinginan mereka tanpa melihat usaha mereka memahami. Pacu semangat mereka dengan kata – kata positif yang akan membangun kekuatan besar dalam hati dan pikir mereka, sehingga mereka merasa mempunyai kemampuan untuk memahaminya.
Kamu itu punya kemampuan! Sedikit lagi jawaban kamu benar! Itu mungkin kata yang sering kita lupakan. Kadang jika peserta didik kurang memahami, kita menganggap mereka tidak bisa tanpa memberikan semangat yang positif. Kita jatuhkan mereka ke dalam perasaan bersalah karena tidak paham atas apa yang sedang dibicarakan, kita hancurkan keinginan mereka tanpa melihat usaha mereka memahami. Pacu semangat mereka dengan kata – kata positif yang akan membangun kekuatan besar dalam hati dan pikir mereka, sehingga mereka merasa mempunyai kemampuan untuk memahaminya.
Semoga bermanfaat dan dapat kita laksanakan dengan sebaik – baiknya,
karena jika kita sudah meniatkan diri kita untuk bermanfaat bagi orang
lain maka berusahalah memberikan yang terbaik. Guru adalah pekerjaan
yang amat mulia dan hanya dapat dilakukan oleh orang – orang mulia saja.
Apakah itu Anda???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar